Warga NU di Yogya Serukan Muktamar NU Dipercepat

Warga NU di Yogya Serukan Muktamar NU Dipercepat

- detikNews
Jumat, 11 Jun 2004 20:28 WIB
Yogyakarta - Komite Bersama Warga NU Penyelamat Khittah NU 1926 meminta agar muktamar tidak digelar bulan November 2004, tetapi dipercepat waktunya setelah pilpres putaran pertama usai. Hal itu ditempuh agar NU tidak lumpuh secara keorganisasian. Muktamar NU dipercepat itu juga untuk menghindari agar tidak terjadi rebutan.Hal itu dikatakan salah seorang anggota Komite Bersama Warga NU Penyelamat Khittah NU 1926, KH Abdul Muhaimin kepada wartawan di sela-sela acara aksi parodi Nahdlotoel Oeang di Kandang Menjangan Krapyak Panggungharjo Sewon Bantul, Jumat (11/6/2004)."Kita menginginkan agar muktamar tidak digelar bulan November tapi dipercepat setelah pilpres putaran pertama usai. Sebab kalau muktamar nanti digelar bulan November kita khawatir NU akan jadi rebutan lagi," kata Muhaimin.Alasan meminta agar muktamar NU itu dipercepat, kata Muhaimin, karena saat ini hampir semua pengurus tanfidziyah baik di PB NU maupun di wilayah-wilayah saat ini sudah lumpuh. "Ada landasan hukumnya dan itu bisa dilakukan karena semua itu tergantung Syuriah NU. Kalau Syuriah NU menghendaki dipercepat itu bisa dilakukan, apalagi situasinya saat ini darurat," katanya. Dia mengingatkan, bila muktamar mengikuti skenario digelar setelah pilpres putaran kedua pada bulan November, maka akan membawa konsekuensi yang luar biasa. Kalau rencana itu dituruti, maka risikonya muktamar akan mengalami penundaan. Bila hal itu terjadi, risiko yang harus diterima NU sangat berbahaya. "Akan sulit bila para pengurus NU saat ini sibuk dalam urusan politik, kemudian aktif kembali dalam kancah muktamar. Bisa dipastikan nuansa politisnya jadi kental nanti," kata pengasuh Ponpes Nurul Ummahat Kotagede itu. Muhaimin melihat kenyataan sekarang ini, secara de fakto NU telah menjadi sebuah partai. Ini terjadi karena pengurus PB NU begitu welcome dengan persoalan pilpres. "Maka itu jangan heran kalau PB NU itu nantinya bisa diartikan sebagai Partai Besar NU," imbuhnya.Sementara itu dalam pernyataan dikapnya yang disampaikan koordinator aksi M Achadi, mereka mendesak kepada PLH Tanfidziyah PBNU untuk secara tegas dan cepat mengambil inisiatif organisatoris untuk penyelamatan khittah dan melakukan upaya sterilisasi atas organisasi NU dari pengaruh politik praktis.Mereka juga berkomitmen mendukung Syuriah dan PLH tanfidziyah khususnya para pemimpin NU yang masih berhati nurani, konsistensi dan komitmen terhadap khittah seperti KH Sahal Mahfudz, KH Mustofa Bisri dan KH Masdar F Mas'udi untuk menyatakan NU dalam kondisi darurat. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads