Sutiyoso: Saya yang Tanggung Jawab, Bukan SBY
Jumat, 11 Jun 2004 19:20 WIB
Yogyakarta -
Mantan Pangdam Jaya yang kini Gubernur DKI Sutiyoso benar-benar pasang badan untuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sutiyoso menegaskan, kasus 27 Juli bukan tanggung jawab SBY, tapi tanggung jawab dirinya. "Masa Kasdam mau dimintai pertanggungjawaban terhadap sesuatu peristiwa, itu tidak masuk akal. Apa pun yang terjadi di Kodam, saya yang bertanggung jawab, bukan Kasdam," tegas pria yang disapa Bang Yos ini. Hal ini disampaikan Bang Yos ketika menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela acara Penandatangan Nota Kesepakatan tentang Rakernas Rencana Tata Ruang (RTK) Pulau Jawa-Bali di Hotel Melia Purosani, Jl Suryotomo Yogyakarta, Jumat (11/6/2004).Pada kesempatan itu, Bang Yos juga siap dijadikan tersangka kasus penyerbuan kantor PDI di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat itu. Dia juga mendukung kasus itu diungkap kembali, demi untuk menegakkan keadilan. Namun, sebagai warga negara, Bang Yos meminta semua diproses berdasar rasa keadilan dan tidak aparat saja yang disalahkan."Kita siap. Saya dan bekas anak buah juga saya siap. Tetapi kenapa setiap kali terjadi kerusuhan selalu aparat yang disalahkan. Itu namanya tidak adil," kata Bang Yos. Mengenai jatuhnya lima orang korban tewas dalam kejadian itu, menurut Bang Yos, kematian mereka bukan disebabkan oleh aparat. Timbulnya korban akibat ulah bakar-bakaran dari demonstran itu sendiri. "Korban hilang pun tidak ada buktinya sampai sekarang, tidak ada keluarga yang melaporkan kehilangan. Tetapi kenapa selalu aparat yang disalahkan," ujarnya. Bang Yos juga menegaskan, Kasus 27 Juli itu merupakan permasalahan lama yang dibuka kembali. Masalahnya pengadilan sudah digelar di tingkat bawah. Petugas-petugas di lapangan sudah diputus tidak bersalah dan dibebaskan. "Namun kenapa aparat masih disalahkan," katanya.Dia juga mempertanyakan kenapa kasus itu diangkat lagi, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan. "Lagipula kasus 27 Juli itu tidak seserem yang diceritakan dan opini yang dibangun publik selama ini," katanya sekali lagi.Ketika ditanya apakah pengungkapan kembali kasus ini ada kaitannya dengan pilpres 5 Juli mendatang, Bang Yos enggan menjawab. "Ya, Kita lihat saja kan tidak enak kalau saya menilai. Tetapi kan bisa ditebak sendiri. Mbak Mega selama ini diam karena Beliau mengetahui kejadian sebenarnya dan tidak seserem yang diopinikan sekarang ini," katanya.
(asy/)










































