"Tadi saya ikut (masuk) cuma sampai ruang tengah. Benda yang kayak pipa diambil dari gudang. Itu pipa garda ban," ujar Tri Hari Purnomo, Ketua RW 19 Kompleks Perumahan Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (24/4/2011).
Dia menjelaskan, mertua Pepi, Alwi Hasmi, sebenarnya sudah tinggal di Kompleks Harapan Indah selama 9 tahun. Sebelum tinggal di rumah kontrakannya sekarang yang berada di RT 8, Alwi pernah tinggal di RT 10 dan RT 3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepengetahuan Tri, Alwi bekerja di perusahaan ekspedisi kargo sedangkan Ny Alwi adalah ibu rumah tangga. Sedangkan profil Pepi tidak diketahuinya jelas.
Tri tidak tahu apakah polisi akan kembali menyisir rumah kontrakan Alwi. "Saya dan warga sih berharap polisi menyisir lagi, biar lebih jelas rumah ini sudah steril atau belum. Sejauh ini belum ada warga yang protes mengeluhkan status rumah ini," imbuhnya.
Pada 23 April kemarin, polisi telah menggeledah rumah mertua Pepi dan menemukan sejumlah barang bukti sebagai berikut: 1 granat nanas, 1 buah campuran adonan bahan peledak diameter 3 cm, casing bom model roket belum terisi siap jadi casing bom, bom model kaleng 5 buah dan 1 buah sudah siap dengan isi, bahan bom yang sudah jadi 2 buah, casing bom model kotak 1 buah, solder 1 buah, potongan pipa besi, timer jam dinding.
Sebelumnya, sekitar 20 petugas kepolisian menggeledah rumah mertua Pepi Sabtu (23/4/2011) dini hari. Polisi menyita sejumlah buku Pepi dan tas.
Pepi disangka mengotaki teror bom buku dan bom jalur pipa gas Serpong yang berhasil diamankan dalam tiga hari terakhir. Pepi yang dikenal sebagai pekerja rumah produksi, ditangkap di Aceh pada 21 April 2011.
(vit/nrl)











































