Cetro Anggap Logis Uang palsu Banyak Beredar
Jumat, 11 Jun 2004 18:18 WIB
Jakarta - Direktur Eksekutif Cetro Smita Notosusanto menyatakan ada konsekuensi logis bahwa uang palsu digunakan dalam kampanye pilpres. Hal ini berkaitan dengan indikasi Bank Indonesia yang menyatakan banyak uang beredar menjelang kampanye. "Itu logis mengingat kebutuhan dana kampanye sangat besar. Karena pemilihan langsung maka kampanye di media sangat krusial dan luar biasa mahal. Jadi konsekuensi logis uang palsu dipakai," kata Smita Notosusanto usai diskusi obrolan pemilu di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (11/6/2004)Smita juga menambahan pencucian uang (money lundring) sangat sulit dilacak. Apalagi jika mengikuti undang-undang disebutkan kalau sumbangan dari calon atau partai politik tidak ada batasan. "Jadi potensi pencucian uang atau menerima uang haram melalui capres itu besar sekali," katanya.Sementara itu, dalam diskusi Smita menantang para capres untuk membuka rekening dana kampanye secara online sehingga bisa dilihat semua orang. "Kita sebenarnya mau menantang mereka. Karena dalam programnya selalu berjanji memberantas KKN. Buka dong rekeningnya secara online kalau benar-benar berkomitmen," tambahnya.
(jon/)











































