Aip Sempat Pukul Orang Pacaran Sebelum Ditangkap

Bom Buku & Serpong

Aip Sempat Pukul Orang Pacaran Sebelum Ditangkap

- detikNews
Minggu, 24 Apr 2011 15:16 WIB
Jakarta - Hari itu, Kamis (21/4) sekitar pukul 02.00 WIB, sepasang muda-mudi bercengkerama di depan rumah M Syarif alias Aip. Karena mengganggu, Aip mengusir mereka. Itulah aktivitas Aip, sekitar 3,5 jam sebelum ditangkap polisi.

"Sekitar pukul 02.00 WIB, Syarif sempat menegur dua orang yang sedang pacaran di depan rumahnya. Ketika ditegur, orang tersebut marah, dan akhirnya sempat dipukul oleh Syarif. Orang yang pacaran itu pergi, lalu pada 05.30 WIB dia ditangkap," ujar Wiwid, Ketua RT 03/RW 03, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (24/4/2011).

Awalnya keluarga mengira Syarif dibawa polisi karena kasus pemukulan tersebut. Namun ketika dicek ke Polsek Ciputat, tidak ada laporan soal itu. Selain itu, korban juga tidak ada di mapolsek tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Kamis malam, polisi datang lagi ke rumah Syarif di Jalan Pesanggrahan No 65, RT 03/RW 03, Cempaka Putih, Ciputat Timur. Polisi yang datang berpakaian preman. Mereka menggeledah seisi rumah, mulai dari kasur, laci, bahkan atap.

"Saat pergi, mereka membawa 1 tas, surat nikah dan ijazah terakhirnya," imbuh Wiwid.

Ayah Syarif, Abdul Rahman, membenarkan anaknya ditangkap polisi. Namun Abdul mengaku tidak jelas untuk kasus apa anaknya ditangkap.

"Memang sebelumnya dia sempat menegur orang pacaran. Lagian sudah pukul 02.00 WIB masih pacaran, jadi dimarahi anak saya, ditegur," ucap Abdul.

Polisi yang membawa pria lulusan STM itu hanya meminta pihak keluarga tenang. Abdul yakin, anaknya tidak terkait kelompok teroris. Di mata Abdul, Aip adalah anak yang baik dan biasa saja.

"Sehabis tsunami, dia memang pernah ke Aceh, kerja bangunan di sana tiga tahun dari 2007 sampai 2010," terang Abdul.

Kini, menurut Abdul, Aip bekerja sebagai pedagang nasi kecil-kecilan di samping rumahnya. Rumah Aip berukuran 3x6 meter. Rumah 3 petak itu bercat kuning cerah. Saat detikcom menyambangi rumah itu sekitar pukul 14.00 WIB, rumah tampak sepi. Istri Aip enggan ditemui karena sedang sakit. Seorang bocah berumur sekitar 2 tahun tengah tidur siang di salah satu ruangan.

Bom buku dan bom Serpong diduga diotaki oleh Pepi Fernando, sarjana Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah, yang pernah kos di Ciputat. Pepi yang semula anak gaul, berubah menjadi keras sepulang dari Aceh.

Eks teman satu kos Pepi, Ace Hasan Syadzily, menceritakan, jika benar yang ditangkap polisi adalah Pepi teman kosnya, berarti Pepi telah banyak berubah.

"Saya juga dengar beberapa kabar, bukan hanya Pepi saja, tapi ada juga temannya yang dipengaruhi Pepi, saya dengar mereka juga sudah diambil polisi," ujar Ace pada detikcom per telepon.

Polisi telah menangkap 20 orang terkait bom buku dan bom Serpong. Satu di antaranya bernama M Syarif.

(vit/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads