"Biaya merakit bom itu hasil patungan dari 20 orang yang sudah ditangkap itu," ujar Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Boy Rafly Amar, mengenai hasil sementara pemeriksaan terhadap Pepi Fernando.
Dalam pembicaraan telepon, Minggu (24/4/2011) siang, Boy menyatakan penyidik Mabes Polri masih terus mengembangkan keterangan para tersangka kasus bom buku dan bom jalur pipa gas Serpong. Namun sejauh ini belum ditemukan indikasi kaitan langsung antara Pepi Fernando dengan kelompok teroris yang selama ini meresahkan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota kelompok pelaku teror bom buku dan bom jalur pipa gas Serpong yang sudah ditangkap berjumlah 20 orang. Mereka direkrut dalam jangka waktu 1-2 tahun terakhir, namun ada juga yang mengaku sekadar orang bayaran untuk mengerjakan tugas tertentu.
Hal lain yang juga sedang didalami penyidik Mabes Polri adalah keberadaan Pepi Fernando di Aceh. Seperti diberitakan sebelumnya, Pepi yang seorang pekerja rumah produksi cukup sering pergi ke Aceh hingga akhirnya tertangkap pada 21 April 2011.
"Dia mengaku ada urusan bisnis di sana," sambung Boy.
(lh/nvt)











































