Tidak ada akses jalan buat sepeda motor atau mobil ke lokasi tersebut, sehingga diperkirakan air terjun itu masih perawan alias belum tersentuh orang. Apalagi medannya juga sulit, dan masih berada di kawasan Bukit Barisan dengan ketinggian sekitar 1.900 meter dari permukaan laut.
Menuju lokasi air terjun tersebut, jalur yang harus dilalui selain terjal, serta mengikuti arus sungai kecil, yang merupakan salah satu aliran lahar Gunung Api Dempo. Sungai tersebut dipenuhi bebatuan yang cukup besar. Aroma belerang sudah tercium dari jarak 10 meter dari kawasan sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diperkirakan warga, air terjun sudah ada sejak tahun 1970. Namun baru tahun 2011 ini warga berani mendekati air terjun tersebut.
Bila hujan deras, maka bau belerang semakin menyengat karena lahar dingin ikut terbawa arus sungai. Oleh karena itu, sungai yang mengalir itu disebut warga dengan nama 'Sungai Bau'.
“Tidak ada satu pun ekor ikan hidup di sungai ini,” ujarnya.
Mendengar kabar tersebut, Bupati Lahat, Saifudin Aswari Riva’i, kepada pers Minggu (24/04/2011), mengatakan pihaknya akan segera menurunkan tim guna mendata potensi keindahan alam yang terdapat di daerah Kecamatan Tanjung Sakti Pumu tersebut.
(tw/nwk)











































