"Aip ditangkap pagi-pagi di rumahnya kemudian pada malam harinya polisi menggeledah rumah tesebut," kata Wiwid, Ketua RT 03/RW 03, Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (24/4/2011).
Wiwid mengatakan tiba-tiba saja rumah Syarif yang berlokasi di Jalan Pesanggrahan No 65, RT 03/RW 03, Cempaka Putih, Ciputat Timur, didatangi polisi. Petugas yang datang sekitar pukul 05.30 WIB kemudian menangkap Syarif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sempat mendengar petugas mencari bahan yang mencurigakan mungkin bahan peledak," katanya.
Wiwid mengaku mengenal baik Syarif. Menurutnya, Syarif sejak kecil tinggal di daerah itu. Perilaku dan pakaiannya juga serba biasa dan tidak ada yang mencurigakan.
"Sekitar 2007-2010 dia sempat pergi ke Aceh, bilangnya mau kerja tapi saya tidak tahu kerja apa," katanya.
Wiwid mengatakan, Syarif masih bujangan saat pergi ke Aceh. Namun saat pulang Syarif sudah menikah dan mempunyai satu orang anak.
"Dia lulusan STM dan saat ini kerjanya serabutan saja," katanya.
Bom buku dan bom Serpong diduga diotaki oleh Pepi Fernando, sarjana Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah, yang pernah kos di Ciputat. Pepi yang semula anak gaul, berubah menjadi keras sepulang dari Aceh.Β
Eks teman satu kos Pepi, Ace Hasan Syadzily, menceritakan, jika benar yang ditangkap polisi adalah Pepi teman kosnya, berarti Pepi telah banyak berubah.
"Saya juga dengar beberapa kabar, bukan hanya Pepi saja, tapi ada juga temannya yang dipengaruhi Pepi, saya dengar mereka juga sudah diambil polisi," ujar Ace pada detikcom per telepon.
(nal/nrl)











































