Ketika rumahnya digerebek Densus, Ibu Akmal tampak shock. Dia pun mengungsi ke rumah tetangganya dan menangis kaget campur sedih. Kesedihan Ibu Akmal bisa dipahami, karena kehadiran Densus 88 adalah identik dengan penangkapan kasus terorisme. Apalagi Densus sekarang sedang giat-giatnya menguak teror bom buku dan Serpong.
Informasi yang dikumpulkan detikcom, rumah itu dihuni Ibu Akmal dan empat orang lainnya. Anak tertuanya adalah Arif, anak bungsunya adalah Agung, lahir tahun 1979. Sedang dua lainnya tidak diketahui keberadaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah yang digerebek dipenuhi tanaman sehingga tampak sejuk. Rumah cukup tua itu atapnya seperti baru saja diganti. Pagar tembok dan besi mengitari rumah berlantai satu itu.
Tetangga Ibu Akmaluddin, Listi, mengenal keluarga Ibu Akmal sebagai keluarga yang baik. "Mereka keluarga baik, tapi saya jarang bertemu," ujarnya.
(nrl/nrl)











































