"Kemarin mereka meledakkan masjid, sekarang mengincar gereja, ini perbuatan keji dan biadab," ujar Priyo saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/4/2011) malam.
Menurut Priyo, maraknya ancaman teror bom akhir ini harus disikapi serius oleh aparat keamanan. Aparat negara diminta bertindak cepat mengungkap jaringan teroris ini.
"Yang terpenting rakyat tidak boleh dikalahkan oleh teroris. kita harus bahu membahu untuk memerangi aksi teroris ini," terang ketua DPP Golkar ini.
Masih segar dalam ingatan kita ketika aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla mendapat paket berisi bom buku. Namun sebelum sampai di tangan Ulil, bom itu meledak saat dicoba dijinakkan oleh polisi di Kantor Berita Radio (KBR) 68H, Jl Utan Kayu, Jakarta Timur. Sejumlah orang termasuk Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan terluka dalam peristiwa itu.
Selain untuk Ulil, bom buku juga dikirimkan kepada Komjen Goris Mere ke kantor BNN. Paket ketiga dialamatkan kepada Ketua Umum Pemuda Pancasila (PP) Japto S Soerjosoemarno.
Kini kita kembali dikagetkan dengan adanya bom yang diletakan didekat pipa PGN di sekitar gereja Christ Chatedral. Bom seberat 150 Kg tersebut rencananya akan diledakkan saat perayaan paskah. Namun belum sempat meledak, aksi tersebut sudah berhasil diungkap oleh petugas kepolisian.
(her/her)











































