Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama mengatakan, sebanyak 30 negara Eropa melaporkan peningkatan nyata kasus campak (measless) di negara mereka. Hingga April 2011, terdapat 6.500 kasus campak yang ditemukan dengan jumlah paling banyak di Prancis (4.937 kasus).
"Mereka memperkirakan angka ini akan terus meningkat, apalagi dengan liburan Paskah hari-hari ini dimana orang banyak bepergian," kata Tjandra dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (23/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belgia melaporkan 100 kasus campak di tahun 2011 sampai April, sementara sepanjang 2010 mereka hanya ada 40 kasus saja. Ini suatu peningkatan yang nyata. Di pusat outbreak di daerah Ghent maka penyakit ini menyerang anak di bawah 1 tahun," ucapnya.
Untuk antisipasi awal & cepat terhadap kejadian di Eropa ini, lanjut dia, P2PL Kemenkes melakukan langkah-langkah antara lain:
1. Koordinasi dengan WHO untuk mengecek apakah ada anjuran tertentu yang direkomendasikan sehubungan perjalanan internasional. Namun, sejauh ini hal itu belum ada.
2. Membuat edaran ke seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti perkembangan (sesuai juga dengan IHR) dan menyiapkan sumber daya kalau diperlukan nantinya.
3. Membuat edaran ke KaDinKes/P2PL daerah untuk mengetahui hal ini dan mengambil langkah yang mungkin diperlukan.
4. Menghubungi Kemenlu untuk berkoordinasi apakah ada sesuatu yang perlu disampaikan ke para diplomat Indonesia di Eropa, khususnya untuk menjaga kesehatan anak-anak warga Indonesia di Eropa.
5. Menghubungi langsung beberapa KBRI/PTRI di Eropa untuk mengingatkan agar warga Indonesia di Eropa menjaga kesehatan anak-anaknya dan bila perlu melakukan imunisasi.
(irw/irw)











































