"Kalau sampai meledak, bom ini dampaknya akan lebih besar daripada bom-bom sebelumnya. Karena ditotal dari 5 titik tersebut terdapat 150 kg bahan peledak yang ditemukan di gorong-gorong," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (22/4/2011).
Sementara Kabagpenum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar mengatakan bahan peledak di antaranya adalah karbit sebanyak 40 kg dalam tas ransel dan pipa aluminium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditemukan pula 3 plastik yang berisi detonator timer. Polri juga menemukan telepon selular atau handphone.
"Jadi, mereka, apabila timer gagal meledak maka mereka akan mengaktifkan bom melalui HP (ponsel-red)," jelasnya.
Boy belum bisa mengatakan jenis bahan peledak lain yang ada di gorong-gorong tersebut karena masih didalami. Namun, dia bisa memastikan kalau di bom tersebut tidak ada mur dan paku yang kerap digunakan untuk menambah efek rusak peledak.
"Masih didalami (jenis peledak-red) di laboratorium Polri. Tapi tidak ada mur dan paku," tuturnya.
(nwk/gah)










































