"Ada timer, ada HP (ponsel-red)," ujar Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (22/4/2011).
Menurut Boy, kedua jenis pemicu tidak berfungsi secara bersamaan. Ponsel digunakan sebagai cara cadangan jika timer tidak berfungsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy belum bisa mengatakan jenis bahan peledak yang ada di gorong-gorong tersebut. Namun, dia bisa memastikan kalau di bom tersebut tidak ada mur dan paku yang kerap digunakan untuk menambah efek rusak peledak.
"Masih didalami (jenis peledak-red) di laboratorium Polri. Tapi tidak ada mur dan paku," tuturnya.
(gah/nwk)











































