"Saya mohon, saya himbau agar mereka diberikan kesempatan untuk memilih penasehat hukumnya sendiri tanpa dipaksa. Karena kalau tidak, nanti mereka demi menuntaskan permasalahan dikaitkan ke Serpong, ke Cirebon. Bom buku dan bom Cirebon itu lain konsep, yaitu menyerang umat Islam sendiri," kata Mahendradatta ketika dihubungi detikcom, Kamis (21/4/2011).
Sementara mengenai bom dengan daya ledak tinggi ditemukan di jalur pipa gas Serpong dan areal Gereja Christ Cathedral, Mahendradatta tidak mengetahui pelakunya walaupun telah menghubungi semua jaringan yang dimiliki oleh TPM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahendradatta menyatakan bahwa semua pihak memang menyudutkan Ba'asyir karena adanya stigma. Menurutnya, terlalu fokus ke Ba'asyir akan menghambat penegakan terorisme.
"Kalau menyudutkan Ustadz Ba'asyir, ga perlu intelijen. Semuanya juga menyudutkan.Saya tidak bilang intelijen, siapa pun akan menyudutkan Ustadz Ba'asyir karena keburu distigma, padahal bukti-bukti belum ada. Nanti kita tidak berhasil menghentikan terorisme karena terlalu fokus ke Ba'asyir misalnya. Ba'asyir itu sudah habis-habisan kok masih muncul-muncul," katanya.
(van/van)











































