TPM: Tersangka Teroris Harus Pilih Pengacaranya Sendiri

TPM: Tersangka Teroris Harus Pilih Pengacaranya Sendiri

- detikNews
Jumat, 22 Apr 2011 09:21 WIB
TPM: Tersangka Teroris Harus Pilih Pengacaranya Sendiri
Jakarta - Kepolisian berhasil menangkap 19 orang terkait bom buku dan bom di Gereja Christ Cathedral. Pengacara dari Tim Pengacara Muslim (TPM) Mahendradatta memohon agar para tersangka ini diberi hak untuk memilih penasehat hukumnya sendiri demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti dikaitkan dengan kasus-kasus terorisme yang lain.

"Saya mohon, saya himbau agar mereka diberikan kesempatan untuk memilih penasehat hukumnya sendiri tanpa dipaksa. Karena kalau tidak, nanti mereka demi menuntaskan permasalahan dikaitkan ke Serpong, ke Cirebon. Bom buku dan bom Cirebon itu lain konsep, yaitu menyerang umat Islam sendiri," kata Mahendradatta ketika dihubungi detikcom, Kamis (21/4/2011).

Sementara mengenai bom dengan daya ledak tinggi ditemukan di jalur pipa gas Serpong dan areal Gereja Christ Cathedral, Mahendradatta tidak mengetahui pelakunya walaupun telah menghubungi semua jaringan yang dimiliki oleh TPM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bom Serpong ini kita belum tahu. Ada penangkapan tiba-tiba ada Serpong, kita tidak tahu mana yang lebih dulu. Saya sudah tanya ke semua jaringan yang dimiliki TPM, itu tidak ada yang mengenal mereka. Kita terus berhubungan dengan kontak yang kami miliki. Intinya adalah spirit kita sama, yaitu untuk menghentikan terorisme ini." katanya.

Mahendradatta menyatakan bahwa semua pihak memang menyudutkan Ba'asyir karena adanya stigma. Menurutnya, terlalu fokus ke Ba'asyir akan menghambat penegakan terorisme.

"Kalau menyudutkan Ustadz Ba'asyir, ga perlu intelijen. Semuanya juga menyudutkan.Saya tidak bilang intelijen, siapa pun akan menyudutkan Ustadz Ba'asyir karena keburu distigma, padahal bukti-bukti belum ada. Nanti kita tidak berhasil menghentikan terorisme karena terlalu fokus ke Ba'asyir misalnya. Ba'asyir itu sudah habis-habisan kok masih muncul-muncul," katanya.

(van/van)


Berita Terkait