Setelah PB XII Mangkat, Muncul Klaim Surat Wasiat

Setelah PB XII Mangkat, Muncul Klaim Surat Wasiat

- detikNews
Jumat, 11 Jun 2004 14:28 WIB
Solo - Baru beberapa saat setelah Paku Buwono (PB) XII mangkat, salah seorang menantunya menggelar jumpa pers. Dia mengaku bahwa sebelum mangkat, Susuhan membuat pesan tentang penggantinya, yaitu sesuai naluri. Pesan itu jelas menunjuk ke KGPH Hangabehi, putra tertua sang raja.Dalam jumpa pers di Sasonomulyo, salah seorang menantu PB XII, Edy S Wirabhumi mengatakan bahwa malam Jumat (3/6/2004) lalu Susuhunan memanggil lima putra-putri, dua menantu, dan dua abdinya untuk datang ke peristirahatan di Tawangmangu.Mereka yang dipanggil adalah KGPH Hangabehi beserta istri, GPH Puspo Hadikusumo, KR Galuh Kencono, GRAy Kus Isbandiyah, GRAy Kus Murtiyah bersama suami KP Edy Wirabhumi, sekretaris pribadi RM Yuli Sulistyo Wibowo, dan abdidalem kraton RT Secodipuro. Dalam kesempatan itu, kata Edy, Sinuhun memberikan sejumlah pesan termasuk menunjuk calon penggantinya."Saya yang mencatat dan bahkan juga merekam titah beliau. Pada prinsipnya Sinuhun menghendaki bahwa penggantinya dipilih sesuai naluri (ketentuan) yang telah ditetapkan para luluhur. Semua tertulis secara jelas tapi karena saat itu beliau tidak mampu membubuhkan tanda tangan maka beliau hanya memberikan cap jempol," kata Edy.Dengan demikian, lanjut Edy, secara gamblang PB XII menunjuk KGPH Hangabehi sebagai penggantinya. Karena sesuai naluri, jika tidak anak lelaki dari permaisuri serta tidak ada putra yang diangkat sebagai putra mahkota, maka anak lelaki tertua yang menggantikan sebagai raja."Saya menyaksikan sendiri saat itu Sinuhun memberikan banyak pesan kepada Gusti Bei. Karena itu sebetulnya sudah gamblang bahwa Sinuhun menunjuk Gusti Bei sebagai penggantinya. Surat berupa pesan tersebut akan kami tunjukkan dalam rapat keluarga yang akan digelar sebelum Sinuhun dikebumikan Senin mendatang di Astana Imogiri," papar Edy."Ketika Sinuhun dirawat sejak Senin lalu kepada sebagian besar putra-putri telah kami tunjukkan surat tersebut. Semua bisa memahami dan bisa menerima karena memang demikian titah Sinuhun. Tidak ada reaksi apa-apa dari para putra-putri. Surat ini akan dijadikan pertimbangan penting untuk mengangkat pengganti raja paling lambat 40 hari setelah Sinuhun wafat," lanjutnya.Ketika ditanya bagaimana kondisi Sinuhun saat itu sehingga tidak sudah mampu membubuhkan tanda tangan, Edy menjawab kondisi kesehatan Sinuhun saat itu cukup baik. Demikian pula kondisi pikirannya sangat sehat terbukti mampu memberikan pesan lisan dengan gamblang dan jelas.Jika demikian maka penjelasan Edy ini agak janggal kalau Sinuhun sudah tidak mampu lagi tanda tangan. KGPH Hangabehi adalah putra tertua dari PB XII. PB XII memiliki 37 putra-putri dari enam istri selirnya.Dia tidak mengangkat istri permaisuri dengan alasan dilarang oleh ibunya, Kanjeng Ratu Paku Buwono XI. Sejauh ini PB XII tidak berkenan mengangkat putra mahkota, sehingga menimbulkan teka-teki dibayangi keruwetan suksesi sepeninggalnya.Sementara itu mantan Presiden Gus Dur dipastikan akan melayat ke Kraton Surakarta. Kepastian itu disampaikan oleh Wakil Ketua PKB Jawa Tengah, Hussein Syifa'."Gus Dur akan melayat Senin mendatang saat jenazah Sinuhun diberangkatkan ke pemakaman. Kalau sore ini rencananya Gus Solah yang akan melayat. Beliau akan langsung ke Solo setelah kampante di Cilacap," ujar Hussein. (nrl/)


Berita Terkait