"Ke depan, peringatan kegiatan ibadah dan umat tempat-tempat keramaian tempat-tempat wisata, tempat berkumpulnya wisatawan asing, kedutaan dan sebagainya. Perlu peningkatan kewaspadaan dan kerjasama intensif aparat intelijen setiap tingkatan, butir penekanan Presiden rapat sore ini," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto usai rapat bidang keamanan di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2011).
Djoko merasa sangat bersyukur karena Tuhan masih memberikan petunjuk kepada aparat sehingga berhasil mengungkap tindak pidana terorisme. Apalagi terorisme bisa memiliki dampak buruk pada kerukunan, keamanan dan kenyamanan masyarakat dan merusak harmoni kebhinekaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas, sambungnya, mereka memiliki tujuan sama yakni melakukan tindakan terorisme, dengan melakukan perbuatan menghalalkan segala cara yang bertentangan dengan peri kemanusiaan. Terlebih tindakan itu menimbulkan korban bagi orang tak berdosa.
"Contohnya bom buku, bom bunuh diri Cirebon dan yang ditemukan tadi pagi," tambah Djoko.
Djoko mengingatkan, semua pihak harus bahu membahu memerangi terorisme. Aparat pemerintah dan keamanan daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, lebaga swadaya masyarakat dan komunitas lain termasuk media massa diminta bersatu padu dalam mendeteksi dini untuk mengungkap teror.
(vit/nwk)











































