"Mengapa tidak diperlihatkan tindak perusakan oleh warga? Merobohkan dan kemudian menyebut gudang senjata? Warga ada yang bawa parang dan celurit. Itu juga harus disampaikan media massa," gugat Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kamis (21/4/2011).
Gugatannya tersebut menjawab pertanyaan wartawan mengenai perkembangan kasus Kebumen. Djoko dicegat wartawan sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas bidang Polhukam bersama Panglima TNI, Kapolri dan anggota lain kabinet di Kantor Presiden, Jakarta.
Terkait penyelidikan lapangan yang sedang digelar Komnas HAM, dia berharap faktor-faktor penyebab bentrokan dapat diungkapkan. Sebab sangat tidak masuk akal bila prajurit TNI tiba-tiba saja melakukan kekerasan terhadap warga tanpa ada sebab musabab yang menjadi pemicu masalah.
"Kita harus melihatnya secara komprehensif. Pasti ada penyebabnya, tidak mungkin tiba-tiba memukul. Jangan cuma dilihat prajurit mengejar warga, tapi apa penyebabnya, Komnas HAM harus melihat itu," papar Djoko.
Menyinggung isu sengketa lahan, Panglima TNI ini mengaku tidak tahu secara pasti. Namun yang pasti saat dirinya masih berpangkat kapten dan bertugas di Yogyakarta belasan tahun silam, lahan yang dipermasalahan itu sudah jadi lokasi latihan TNI AD dan tidak pernah bermasalah.
Lebih lanjut Djoko menegaskan bahwa proses hukum saat ini sedang berjalan. Terhadap selusin prajurit TNI yang diduga melakukan tinda kekerasan, juga telah diperiksa oleh POM TNI AD.
"Bila ada yang melanggar, entah itu warga atau prajurit TNI, serahkan kepada hukum," tegas dia.
(lh/nrl)











































