Pesta Seks Bocah Gemparkan Warga, Polda Sumsel Sisir Warnet

Pesta Seks Bocah Gemparkan Warga, Polda Sumsel Sisir Warnet

- detikNews
Kamis, 21 Apr 2011 16:18 WIB
Jakarta - Pesta seks yang terjadi di kalangan anak-anak di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) menggemparkan masyarakat dan aparat kepolisian. Polda Sumsel akan menertibkan warung internet yang belum memblokir situs porno, serta menyisir tempat penjualan CD bajakan.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sabaruddin Ginting kepada wartawan Kamis (21/04/2011), peristiwa pesta seks anak-anak tersebut menjadi masukan penting bagi Polda Sumsel,  karena para bocah itu terinspirasi film porno.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh pemilik warnet untuk dapat bekerjasama. Karena seluruh Polsek, Polres dan Polresta sudah akan melakukan pendataan dan pengawasan lebih detail, untuk memblokir situs porno dalam peralatan yang mereka sewakan.

“Koordinasi juga akan segera dilakukan dengan instansi terkait seperti pemerintah daerah dan Depkominfo, yang memberikan izin kepada para pengusaha warnet,” katanya.

Selain itu dia menjelaskan jajaran di Polda Sumsel, akan melakukan pemantauan dan penertiban terhadap aktifitas yang dicurigai tempat penjualan dan pembuatan CD bajakan, termasuk film porno, serta warnet yang belum memblokir situs porno.

“Ke depan kita akan lebih intens lagi melakukannya,” katanya.

Aksi sekelompok bocah di bawah 13 tahun di Palembang, yang melakukan pesta seks, sungguh membuat miris. Rupanya, hal itu dipicu dari melihat situs porno di warung internet terdekat.

Ini diceritakan bocah berinisial Uda (12), kepada Kanit Reskrim Polsek Ilir Barat II Palembang, Iptu Nanang. Uda bersama kawan-kawannya main ke rumah seorang anak perempuan berinisial Dihi (12). Mereka membuka laptop milik kakak Dihi, dan hanya bisa memainkan games. Uda ingin membuka situs porno, namun tidak bisa.

Uda yang tidak sekolah lagi itu, kemudian mengajak Dihi bersama Sawa (12), Ada (12), Baya (12), Iha (12) dan Yag (7), pergi ke sebuah warung internet di daerah 28 Ilir, untuk membuka situs porno.

Setelah selesai menonton di situs porno, Uda yang telah membayar biaya warnet mengajak rombongannya ke lorong Peluncuran di kawasan 28 Ilir. Di sinilah tindakan asusila terjadi, Uda mengajak teman-temannya untuk melakukan tindakan yang tidak seharusnya dilakukan anak-anak seusia mereka.

Mereka meniru adegan seksual itu sambil berpasang-pasangan. Bahkan, peristiwa ini terulang dua kali.


(tw/nwk)


Berita Terkait