Untuk menekan angka kriminalitas, Pemprov DKI akan menertibkan JPO dari aktivitas PKL. Penertiban mulai dilakukan pada Senin (25/4).
"Kita akan melakukan penertiban PKL di JPO mulai Senin pekan depan," ujar Wakil Gubernur DKI Prijanto di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"JPO yang menjadi target operasi utama yaitu JPO di Senen, Bendungan Hilir, ITC Cempaka Mas dan depan Polda Metro Jaya," katanya.
Prijanto menambahkan, Satpol PP akan dikerahkan untuk melakukan penertiban. Dia berharap, proses penertiban harus dilakukan dengan cara yang persuasif.
"Penertiban harus dilakukan dengan pendekatan yang persuasif, agar tidak terjadi bentrokan dengan personel Satpol PP. Setelah selesai penertiban kita minta juga Satpol PP ditempatkan untuk menginformasikan pada PKL agar tidak berdagang lagi di JPO," jelas Prijanto.
Kepada petugas Satpol PP, Prijanto meminta bisa mengantisipasi kedatangan para pedagang. Sehingga sebelum PKL melakukan aktivitas petugas melakukan antisipasi.
"Misalnya, kalau PKL berdagang mulai jam 9 pagi, ya petugas Satpol PP sudah stand by di JPO tersebut sejak pukul 7 pagi. Sehingga bisa memperingatkan PKL untuk tidak berdagang, kalau tidak mau ditertibkan. Ini bisa menghindari bentrokan," tegasnya.
Prijanto juga meminta adanya kerja sama dengan petugas di hatle busway yang kebetulan berdekatan dengan posisi JPO. Koordinasi ini penting untuk memantau keadaan jika mulai tidak kondusif akibat aktivitas PKL.
"Saya harap Satpol PP DKI bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dan Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta. Jika memang sudah banyak PKL bisa langsung dilaporkan kepada Satpol PP DKI untuk segera dilakukan penertiban," tutur Prijanto.
Seperti diketahui, pada Selasa (19/4) seorang pekerja Plaza Indonesia tewas ditusuk oleh orang tidak dikenal di jembatan kawasan Tosari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Hingga saat ini belum jelas motif penusukan itu.
(lia/rdf)










































