"Denma nyuruh kami jangan dulu dagang," kata Yuni, pedagang yang biasa mangkal di dekat gedung Biro Obvit Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/4/2011).
Hal yang sama juga diungkapkan Dede, pedagang rokok dan minuman ringan di dekat gedung Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Meski warungnya tutup, Dede tetap menunggu di dalam warung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dede mengatakan, para pedagang di Mapolda Metro Jaya telah mendapatkan instruksi untuk tidak berjualan sementara waktu, pasca ledakan bom di Mapolresta Cirebon beberapa waktu lalu.
"Sudah lama disuruh jangan jualan dulu," katanya.
Begitu pun halnya dengan pedagang yang sering nongkrong di parkiran motor dekat rumah dinas pejabat di kompleks Mapolda Metro Jaya seperti di dekat gedung Direktorat Narkoba, depan gedung Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya.
Sementara itu, Kasubbid Provost Propam Polda Metro Jaya AKBP Nitti Harto Negoro mengatakan, 'pengusiran' para pedagang itu untuk mengantisipasi ancaman bom. "Untuk sterilisasi saja," kata Nitti.
Penjagaan di pintu masuk dan keluar Mapolda Metro Jaya juga diperketat. Sejumlah Brimob dan Samapta Polda Metro Jaya berjaga-jaga di lokasi dengan dipersenjatai senjata api laras panjang. Para pengunjung yang hendak masuk ke Mapolda Metro diperiksa satu-persatu.
(mei/gus)











































