Pengamanan Polda Metro Jaya Diperketat, Pedagang 'Diusir'

Pengamanan Polda Metro Jaya Diperketat, Pedagang 'Diusir'

- detikNews
Kamis, 21 Apr 2011 14:50 WIB
Jakarta - Munculnya penemuan bom di Jalur Pipa Gas (JPG), Serpong, Tangerang, Kepolisian Daerah Jakarta Raya melakukan langkah antisipasi.  Sejumlah pedagang di Mapolda Metro Jaya 'diusir'.

"Denma nyuruh kami jangan dulu dagang," kata Yuni, pedagang yang biasa mangkal di dekat gedung Biro Obvit Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (21/4/2011).

Hal yang sama juga diungkapkan Dede, pedagang rokok dan minuman ringan di dekat gedung Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Meski warungnya tutup, Dede tetap menunggu di dalam warung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Warungnya ditutup, tapi kita nungguin saja di dalam kalau ada yang mau beli," kata Dede.

Dede mengatakan, para pedagang di Mapolda Metro Jaya telah mendapatkan instruksi untuk tidak berjualan sementara waktu, pasca ledakan bom di Mapolresta Cirebon beberapa waktu lalu.

"Sudah lama disuruh jangan jualan dulu," katanya.

Begitu pun halnya dengan pedagang yang sering nongkrong di parkiran motor dekat rumah dinas pejabat di kompleks Mapolda Metro Jaya seperti di dekat gedung Direktorat Narkoba, depan gedung Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Kasubbid Provost Propam Polda Metro Jaya AKBP Nitti Harto Negoro mengatakan, 'pengusiran' para pedagang itu untuk mengantisipasi ancaman bom. "Untuk sterilisasi saja," kata Nitti.

Penjagaan di pintu masuk dan keluar Mapolda Metro Jaya juga diperketat. Sejumlah Brimob dan Samapta Polda Metro Jaya berjaga-jaga di lokasi dengan dipersenjatai senjata api laras panjang. Para pengunjung yang hendak masuk ke Mapolda Metro diperiksa satu-persatu.

(mei/gus)


Berita Terkait