Berita JI Hendak Bunuh Diplomat Barat untuk Sudutkan RI
Jumat, 11 Jun 2004 13:39 WIB
Jakarta - Media luar negeri dua hari ini diramaikan pemberitaan bahwa Jamaah Islamiyah (JI) di Indonesia mengubah teknis serangannya dan pengeboman menjadi pembunuhan terhadap para diplomat Barat. Deplu RI menilai itu hanya untuk menyudutkan Indonesia saja."Ini adalah laporan yang sekali lagi cenderung menyudutkan Indonesia," pendapat Jubir Deplu Marty Natalegawa di sela-sela workshop untuk wartawan di Deplu, Jl.Pejambon 6, Jakpus, Jumat (11/6/2004)."Laporan-laporan seperti ini kalau tidak benar-benar didukung informasi yang faktual, yang nyata, yang sudah dilaporkan kepada pihak keamanan kita, adalah cenderung laporan-laporan yang tidak bertanggung jawab karena menciptakan kesan bahwa Indonesia sebagai negara yang rawan," papar Marty.Marty mencontohkan munculnya travel advisory dari Kanada dan Australia yang berkaitan dnegan kondisi Sulsel karena muncul ancaman dari kelompok militan dan teroris. Ancaman itu dikirimkan lewat SMS."Namun ternyata terungkap bahwa pengirim ancaman SMS adalah seorang dokter gigi yang dipekerjakan di perusahaan terkait," kata Marty. Sekadar diketahui, akhir bulan lalu muncul ancaman pembunuhan lewat SMS yang ditujukan para pekerja Barat di PT Inco, Soroako, Sulsel.Akibat hal itu, Kedubes Australia, Kedubes Inggris, Kedubes Kanada serta Kedubes AS, mengeluarkan travel warning agar warganya menjauhi Indonesia, utamanya Sulsel, karena ada ancaman dari kelompok teroris Jamaah Islamiyah. Kamis kemarin terungkap bahwa yang mengirim SMS teror itu adalah seorang dokter gigi non-Islam.Marty menyatakan, pihaknya sedang mengamati dengan baik apakah Kanada dan Australia dkk akan memperbaiki atau meralat travel advisory ini. "Ini bukan mendesak lagi. Seharusnya mereka sudah melakukan. Karena fakta ini yaitu bahwa yang melakukan ancaman melalui SMS adalah seorang dokter gigi, fakta ini sudah kita ketahui, mereka harus segera meralat," tegasnya.
(nrl/)











































