3 Terduga Bom Buku Setahun di Pondok Kopi, Dagangan Jarang Habis

3 Terduga Bom Buku Setahun di Pondok Kopi, Dagangan Jarang Habis

- detikNews
Kamis, 21 Apr 2011 13:48 WIB
3 Terduga Bom Buku Setahun di Pondok Kopi, Dagangan Jarang Habis
Jakarta - 3 Terduga pelaku bom buku yang ditangkap di Kampung Rawadas RT 01 RW 03, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, sudah setahun tinggal di daerah tersebut.

"Saya nggak kenal. Namanya juga nggak tahu. Karena selama mereka di sini, jarang ngobrol sama tetangga. Sepertinya mereka tertutup. Berangkat pagi pukul 07.00 WIB pulang sore pukul 15.30 WIB," tetangga sebelah rumah terduga teroris, Reza, di lokasi, Kamis (21/4/2011).

Rumah kontrakan 3 terduga teroris ini tidak jauh dari rumah kontrakan seorang terduga teroris lainnya, Darto. Kurang lebih jaraknya 20 meter dari rumah Darto ke rumah 3 terduga teroris ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketiga terduga teroris ini dikenal warga sebagai pedagang bubur dan pedagang burger keliling. Sedangkan satu orang lainnya anak dari pedagang burger.  Sehari-harinya, tetangga melihat dagangan yang dijual kedua terduga teroris itu jarang habis.

"Pernah ditegur sama tetangga kalau nggak habis itu kenapa nggak mutar ke daerah yang sebelah sana. Kata dia nggak apa-apa biarin saja," jelas Reza. Namun warga lain menyebut mereka berjualan bubur sumsum, mainan anak-anak dan agar-agar.

Reza mengatakan, tadi pagi sekitar pukul 06.00 hingga 06.30 WIB (versi tetangga lainnya menyebut peristiwa terjadi pukul 05.00-05.30 WIB), 6 orang anggota Densus 88 mendatangi rumah kontrakan terduga teroris tersebut. Densus 88 kemudian membawa 3 orang yang berada di dalam rumah tersebut.

"Saya dengar sebelumnya ada yang mendobrak pintu. Densus masuk ke dalam rumah. 3 orang terus ditangkap dan dibawa. Ada yang pakai sarung," ungkapnya.

Saat ditangkap, lanjut Reza, ketiganya tidak melakukan perlawanan apapun. "Mereka diam saja ditangkap sama 6 orang Densus," ujarnya.

Menurut Pak RT setempat, ada 4 warga yang ditahan Densus 88 yaitu Darto, Mugi, Warih, dan Asum.




(gus/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini