"Ada TV, sepeda, dan motor dibawa Densus," kata saksi mata, Zain Aminuddin,
di kontrakan milik Darto di Rawadas RT 01 RW 03, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur, Kamis (21/4/2011).
Zain menceritakan, kontrakan Darto didobrak 4 anggota Densus 88 sekitar pukul 05.00 WIB. Darto telah menetap di kontrakan itu selama 3 bulan. "Darto dibawa oleh Densus 88 yang memakai senapan," kata Zain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, Darto dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Ia dan rekannya, Mugi serta Warih berdagang mainan keliling. Mereka kerja dari pukul 07.00 WIB hingga malam hari. "Mereka jarang ngobrol bersama warga dan tidak ada aktivitas yang mencurigakan," ujar Zain.
Warga menyemut di lokasi penangkapan terduga pelaku bom buku. Kontrakan Darto juga telah dihiasi garis polisi. Kontrakan itu berupa rumah sederhana di gang sempit di perkampungan padat penduduk.
Sedangkan Pak RT setempat, Murapih, sempat diajak Densus untuk melihat 4 pria tangkapan mereka yang sudah berada di dalam mobil.
(aan/nrl)











































