Pantauan detikcom, puluhan pedagang pisang epe ini bergerombol di depan kantor DPRD Makassar di Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/4/2011) dengan membawa makanan pisang epe dan pisang kepok.
Aksi ini juga diwarnai kericuhan, saat salah satu pengunjuk rasa, yang bernama Wahida, berteriak-teriak mencari anggota DPRD Makassar di ruangannya. Wahida menjerit-jerit menyebut para legislator telah berbohong karena ingkar menjaga keberadaan pedagang pisang epe, sebagai entitas wisata kuliner khas Makassar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, menurut Ketua Komisi D DPRD Makassar, Nasran Mone, Pemkot Makassar harus bisa bersinergi dengan para pedagang pisang epe, yang juga turut memberi warna wisata kuliner lokal di Makassar. Para pedagang pisang epe juga, lanjut Nasran, harus mau dibina oleh Pemkot Makassar.
"Apa pun alasannya, kekerasan terhadap pedagang kecil tidak boleh terjadi, kami akan pertanyakan masalah ini ke walikota dan pelaku harus diberi sanksi sewajarnya," pungkas anggota Fraksi Golkar Makassar ini.
(mna/nwk)











































