"Kita sudah monitor dan sudah mendapat laporan. Kita tetap bersiaga. Motifnya apa, kita juga belum tahu," kata Direktur Keuangan Perusahaan Gas Negara (PGN), Reza Pahlevi, di sela-sela acara nikah massal di kantor Perusahaan Gas Negara (PGN), Jalan KH Zainul Arifin, Taman Sari, Jakarta Barat, Kamis (21/4/2011). Acara nikah massal dalam rangka HUT ke-46 PGN.
Menurut dia, pihaknya telah sudah berkoordinasi dengan PGN yang wilayah operasinya di Jawa Barat untuk memonitor informasi tersebut. "Kita juga sudah menghubungi aparat keamanan setempat," ujar Reza yang mengenakan batik warna coklat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza mengaku belum mengetahui secara detail terkait benda yang mencurigakan tersebut. "Kami hanya mendapat laporan dari wilayah, ada paket yang mencurigakan," kata dia.
Ia menegaskan sejauh ini temuan paket mencurigakan tersebut belum menganggu aktivitas di PGN. "Ya sampai sejauh ini belum (mengganggu aktivitas) karena masih dilakukan pengecekan," kata Reza.
Paket mencurigakan ditemukan di jalur pipa gas di dekat Gereja Christ Cathedral Serpong. 5 Petugas Pertamina dikerahkan untuk menutup pipa gas. Polisi juga sudah memblokir jalan di wilayah itu.
(aan/nrl)










































