"Ini masih wacana dan memang ada orang-orang yang pernah mengalami dan sebagainya. Kita turunkan intelijen," kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Kamis (21/4/2011).
Anton mengimbau agar masyarakat selalu tanggap dan waspada jika kehilangan putra-putrinya atau sanak saudara. Jika mengetahui anggota keluarga hilang atau kepribadiannya berubah tanpa sebab yang jelas, diarahkan untuk melapor ke polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton menambahkan, untuk mendeteksi gerakan NII tidak bisa dilakukan dengan cara penyelidikan biasa. "Kita bekerja sama dengan masyarakat yang pernah menjadi korban, mereka bisa melaporkannya kepada kita yang pernah ikut NII," tandasnya.
(ape/rdf)











































