Kaddafi Perintahkan Pembunuhan Putra Mahkota Arab Saudi
Jumat, 11 Jun 2004 12:58 WIB
Jakarta - Presiden Libya Muammar Kaddafi pernah memerintahkan operasi rahasia untuk membunuh putra mahkota Arab Saudi Pangeran Abdullah. Demikian pengakuan dua pria yang mengaku ambil bagian dalam konspirasi itu.Abdurahman Alamoudi, seorang warga Muslim AS yang kini ditahan di AS serta Mohamed Ismael, petugas intelijen Libya yang ditahan di penjara Saudi, telah memberikan statemen soal plot tersebut tersebut kepada pejabat-pejabat AS dan Saudi.Alamoudi telah mengatakan kepada pejabat-pejabat FBI dan jaksa federal bahwa Kolonel Kaddafi menyetujui rencana pembunuhan itu. Pejabat-pejabat AS membenarkan bahwa Alamoudi dan Ismael telah menyampaikan keterangan detil mengenai plot Libay untuk membunuh Pangeran Abdullah. Klaim inilah yang menjadi alasan AS belum menghapus nama Libya dari daftar Departemen Luar Negeri tentang negara-negara yang mendukung terorisme. Demikian ungkap pejabat-pejabat AS seperti diberitakan surat kabar terkemuka The New York Times dan dilansir Sydney Moning Herald, Jumat (11/6/2004).Alamoudi mengungkapkan kepada jaksa bahwa dirinya bertemu Kaddafi pada Juni dan Agustus 2003 lalu untuk membahas detil rencana pembunuhan tersebut. Demikian ujar pejabat AS yang memiliki akses resmi ke statemen-statemen yang disampaikan Alamoudi."Saya ingin putra mahkota itu tewas, baik lewat pembunuhan maupun lewat kudeta," tukas Alamoudi menirukan ucapan Presiden Kaddafi pada Juni tahun lalu.Jika plot pembunuhan ini benar, berarti akan menodai janji Kaddafi yang disampaikan kepada publik bahwa pemerintahnya meninggalkan terorisme. Ini juga bisa memicu dijatuhkannya kembali sanksi internasional terhadap Libya yang dicabut PBB pada September lalu. Sanksi dicabut setelah pemerintahan Kaddafi mengecam terorisme, mengakui bertanggung jawab atas pengeboman Lockerbie dan setuju membayar kompensasi sebesar US$ 10 juta untuk para keluarga korban.
(ita/)











































