Omzet Wisata Bromo Turun
Jumat, 11 Jun 2004 12:39 WIB
Probolinggo - Letusan Gunung Bromo mengakibatkan omzet pengusaha jasa pariwisata mengalami penurunan. Aktivitas wisata sepi dari pengunjung menyusul ditutupnya Taman Wisata Bromo Tengger.Sebanyak 4 hotel di Desa Ngadisari, Sukapura tampak sepi dari pengunjung, diantaranya Hotel Bromo Permai dan Lava View Hotel."Sampai saat ini dari 54 kamar, tidak lebih dari 10 kamar yang terisi. Itu pun hanya wartawan yang nginep. Bahkan ada 30 kamar yang sebelumnya sudah dibooking terpaksa dibatalkan," kata Zainal Gofur, karyawan Hotel Bromo Permai kepada detikcom di kawasan Wisata Bromo, Probolinggo, Jumat (11/8/2004).Menurut Zainal, dalam kondisi normal biasanya dapat menghasilkan Rp 1 juta per hari."Sabtu dan Minggu yang biasanya ramai hingga kini tidak ada yang membooking," kata dia.Penjual jasa kuda terpaksa mengandangkan kudanya di rumah. Biasanya ada 200 kuda yang siap melayani pengunjung untuk mencapai lokasi lautan pasir."Saya tiap hari bisa dapat Rp 50 sampai Rp 100 ribu. Sekarang terpaksa kudanya nganggur di rumah. Mau bagaimana lagi wong rejeki yang ngatur Tuhan," kata Nur Fadli pasrah.Hal yang sama juga dialami pengusaha jasa transportasi jeep. "Saya terpaksa parkirkan mobil di rumah. Saya pasang tarif Rp 125 sampai 150 pulang pergi dari Gunung Pananjakan hingga ke Gunung Bromo," ujar Agus.Sementara itu, meski cafe-cafe dan toko-toko di kawasan wisata buka namun juga sepi pengunjung, diantaranya Corner Cafe, Midodareni Restaurant dan sejumlah toko makanan dan souvenir.
(aan/)











































