Pementasan ini menghadirkan dalang perempuan Dwi Puspita Ningrum. Penampilan putri seorang dalang dari Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, ini layak diparesiasi sebagai seniman yang konsisten dengan profesinya. Sang dalang yang kelahiran Jakarta 12 Desember 1986 ini adalah mahasiswi semester VIII Jurusan Pendidikan bahasa dan Sastra di UMP.
"Momentumnya bertepatan dengan Hari Kartini, sehingga acara secara tak langsung mampu membawakan pesan emansipasi dan kesetaraan gender. Sementara itu, lokasi di Pusat Dakwah Muhammadiyah juga membawa pesan bahwa Muhammadiyah makin perlunya pendekatan dakwah kultural dan dialog dengan budaya lokal," ujar Mustofa B. Nahrawardaya dari Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, dalam siaran pers, Kamis (21/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kisah ini, isu Semar yang akan membangun Kayangan seakan menjadi ancaman makar terhadap kekuasaan para Dewa. Namun sesungguhnya Semar hanya ingin membangun ‘Kayangan Moral’ yang semestinya bersemayam dalam benak setiap manusia.
Penonton juga akan disuguhi sebuah kolaborasi antara gamelan klasik dengan kelompok musik “Serambi Bagelen”. Dalang Dwi Puspita Ningrum akan didukung oleh 5 orang sinden yang semua juga adalah mahasiswi UMP, selain 13 pengrawit dan 8 tim pendukung yang lain.
Pementasan akan diselenggarakan Kamis, 21 April 2011 mulai pukul 19.30 WIB di halaman Gedung Pusat dakwah Muhammadiyah, Jl Menteng Raya 62, Jakarta Pusat.
(nrl/vta)











































