SBY Bantah Perangi Syariat Islam Yang Beredar di SMS
Jumat, 11 Jun 2004 11:54 WIB
Jakarta - Capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono membantah berita yang beredar di Short Message Service (SMS), berisi dirinya akan memerangi siapapun yang menjalankan Syariat Islam.Bantahan disampaikan Cawapres Partai Demokrat Jusuf Kalla dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Bulan Bintang (PBB) di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (11/6/2004). Turut hadir, Sekjen DPP PBB MS Kaban dan Rektor Sekolah Tinggi Islam Negeri (STAIN) Ambo, Muhammad Attamimi."Tidak pernah ada pernyataan SBY yang menyebutkan akan memerangi Syariat Islam. Yang beredar di SMS, di kalangan pers maupun masyarakat umum berisi SBY akan memerangi siapa pun yang ingin menjalankan Syariat Islam. Tidak benar itu," kata Kalla. "Kalau benar, saat kampanye dialogis itu berlangsung hadir 4 wakil ketua Partai Bulan Bintang (PBB).Itu berarti pernyataan tersebut juga akan menyudutkan PBB. Jadi tidak mungkin," imbuhnya.Menurut Kalla, acara kampanye dialogis berlangsung di STAIN Ambon, Sabtu (5/6/2004) lalu. Sedangkan berita yang beredar di SMS lalu dimuat di koran, SBY menyatakan itu pada kampanye di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri STAIN Ambon, Senin (7/6/2004)."Jadi jelas berita itu bohong dan fitnah," ujar Kalla.Bantahan yang sama disampaikan Rektor STAIN Muhammad Attamimi."SBY tidak pernah mengatakan akan memerangi atau menolak Syariat Islam. Saya hadir dalam acara tersebut," tandas Attamimi.Menurut Attamimi, berita tersebut dimaksudkan merusak citra SBY. "Mereka yang mengeluarkan berita itu hanya ingin merusak citra SBY-JK dan STAIN Ambon," kata dia.Berdasarkan laporan detikcom, SBY melakukan kampanye dialogis di dua tempat, di Kota Ambon. Selain di STAIN Ambon, SBY berkampanye di Siwalima.Ketika salah seorang pendukung SBY bertanya jika terpilih apakah SBY akan menegakkan Syariat Islam, SBY dengan tegas menjawab itu fitnah."Saya tidak pernah mengatakan akan menegakkan Syariat Islam," kata SBY.
(aan/)











































