Menurut Presiden Confrérie Blancs-Moussis, Christian Nézer, pemberian gelar kepada Dubes Oegroseno didasarkan pada pertimbangan nilai penting Indonesia di mata sebagian besar masyarakat Belgia.
"Dengan kekayaan seni budayanya, Indonesia menjadi contoh baik bagi kota Stavelot dalam pelestarian kesenian rakyat dan pengetahuan tradisonal serta persahabatan," terang Nézer, sebagaimana disampaikan Punjul Nugraha kepada detikcom, Rabu malam atau Kamis (21/4/2011) WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Upacara pemberian gelar kehormatan tersebut diselenggarakan pada Festival ke-509 Laetare (3/4/2011), sebuah pesta rakyat tahunan kota Stavelot, yang telah berlangsung sejak ratusan tahun.
Confrérie Blancs-Moussis itu sendiri dibentuk pada tahun 1502 dan awalnya hanya melibatkan orang-orang Belgia sebagai anggotanya.
Sejak 1949 gelar kehormatan tersebut mulai diberikan kepada warga non-Belgia, yang memiliki peran memajukan hubungan dengan Belgia umumnya dan kota Stavelot khususnya melalui persahabatan, pelestarian kebudayaan, tradisi kesenian rakyat dan promosi pariwisata.
(es/es)











































