Hariyanti diculik pada Selasa (19/4) lalu sekitar pukul 05.40 Wita oleh tiga orang. Hariyanti sempat disekap selama sehari di Kab. Soppeng, Sulsel. Namun ia berhasil kabur,Β saat mobil Toyota Avanza milik penculik mogok di jalan Adhyaksa, Makassar.
Hariyanti yang ditemui wartawan di Mapolsek Panakukang, Jl Pengayoman, Makassar, Rabu (20/4/2011), menuturkan, saat mobil para penculik tersebut mogok, dua dari tiga penculik turun untuk mendorong mobil. Saat menyadari dirinya punya peluang untuk kabur, Hariyanti tidak menyia-nyiakannya untuk menyelamatkan diri.
Hariyanti langsung turun dari mobil dan lari bersembunyi di salah satu rumah warga. Dari rumah warga di jalan Adhyaksa-lah, Hariyanti melaporkan dirinya ke Polsek Panakukang jika ia menjadi korban penculikan. Ia pun dijemput tim khusus dari Polsek Panakukang.
"Saya tidak kenal para pelaku, ketiganya sempat berusaha memperkosa saya, namun saya melawan jadi mereka tidak jadi melakukannya, saat diculik mereka mengancam saya dengan parang," pungkas gadis berparas ayu ini.
Sebelumnya, orang tua Hariyanti, Langkulung (55) mengaku dihubungi penculik yang meminta uang tebusan sebesar Rp 20 juta dan permintaan kedua turun menjadi Rp 10 juta. Hariyanti diculik di Dusun Talumae, Desa Waledeceng, Kec. Maritengngae, Kab. Sidrap, saat mengantar rekannya yang bernama Husni.
Saat ini kasus penculikan ditangani oleh Polrestabes Makassar yang berkoordinasi langsung dengan Polres Sidrap. Para penculik ditengarai masih berada di sekitar Makassar.
(mna/mok)











































