Panda Nababan dan Kejengkelannya pada 3 Pimpinan KPK

Panda Nababan dan Kejengkelannya pada 3 Pimpinan KPK

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2011 20:35 WIB
Panda Nababan dan Kejengkelannya pada 3 Pimpinan KPK
Jakarta - Panda Nababan ternyata menyimpan kejengkelan mendalam pada KPK setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap DGS BI. Politisi PDIP ini menyimpan kekesalan khususnya pada tiga Pimpinan KPK. Mengapa?

Tiga Pimpinan Panda yang 'dibenci' oleh Panda tersebut adalah Wakil Ketua Bidang Pencegahan M Jasin dan dua Wakil Ketua Bidang Penindakan, Bibit Samad Rianto serta Chandra Hamzah. Panda memiliki pengalaman tidak menyenangkan dengan tiga komisioner KPK tersebut.

Kepada Jasin, Panda menilai komisioner KPK tersebut telah sengaja mengincar dirinya untuk dijadikan tersangka dalam kasus ini. Pendapat Panda ini berdasar pada pernyataan Jasin di media massa terkait kinerja KPK yang meningkat di 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begitu bangganya ia dengan menggunakan istilah "target" seolah dia politikus dan bangga telah mempersangkakan 26 orang. Itu bukan ucapan penegak hukum. Bicara target itu bicara politikus, orang dagang, bukan penegak hukum," papar Panda di persidangan Pengadilan Negeri Tipikor, Jl Rasuna Said, Jaksel, Rabu (20/4/2011) malam.

Sedangkan untuk Bibit dan Chandra, Panda kesal kepada keduanya karena menolak menjadi saksi meringankan bagi dirinya dalam proses penyidikan. Menurut Panda, Bibit dan Chandra seharusnya dapat menerangkan bahwa pertemuan seperti pertemuan Dharmawangsa pada 2004 (pertemuan yang dianggap sebagai pertemuan kunci dalam kasus ini) merupakan pertemuan biasa.

"Sebenamya, pertemuan-pertemuan itu adalah pertemuan biasa, sama dengan saya pemah bertemu dengan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto di Hotel Hilton," cetus Panda.

"Begitu juga Saudara Chandra Hamzah. la pun membawa pengusaha ketika bertemu saya dan teman pengusahanya itu juga bertanya kepada saya," sambung Panda dengan nada lantang.

Panda lantas mengkisahkan bahwa dirinya dulu pernah mendapat janji dari Bibit dan Chandra untuk bersaksi untuk dirinya. Namun Panda kecewa karena sampai saat ini keduanya tidak memenuhi janji tersebut.

"Dulu saudara Bibit menyatakan mau. Begitu juga Saudara Chandra Hamzah, sewaktu ketemu saya di Lido, Jawa Barat. Mereka iya-kan pada waktu itu. Tapi, waktu saya minta secara resmi, mereka menolak. Kenapa? Karena, akan terbuka belangnya," sembur Panda dengan nada tinggi.

(fjr/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads