Cegah Pembajakan, Golkar Didik Kadernya Sampai ke Negeri China

Cegah Pembajakan, Golkar Didik Kadernya Sampai ke Negeri China

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2011 19:57 WIB
Beijing - Mulai menghangatnya isu pembajakan kader-kader partai yang bermutu rupanya juga membuat Partai Gokar was-was. Partai berlambang beringin itu pun mencoba mempertahankan kader-kadernya agar tidak gampang tertarik dengan tawaran-tawaran menarik partai lain.

"Kita ingin agar kader-kader Partai Golkar tidak hanya menjadikan partai menjadi kendaraan politik dan kepentingan pribadinya sehingga jika ada tawaran lebih manis bakal meloncat ke partai lain," kata Wakil Sekjen Partai Golkar Hepi Bone Zulkarnaen.

Hal itu disampaikan Hepi dalam jumpa pers di Hotel Fairmont Beijing, China, Rabu (20/4/2011). Untuk 'menahan' kader Partai Golkar agar tak jadi kutu loncat, para kader akan dikirim ke China untuk mendapatkan pendidikan di Sekolah Partai Pusat milik Partai Komunis Tiongkok (PKT).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin para kader belajar bagaimana menanamkan ideologi dalam berpartai. Setelah mendapat pendidikan kader partai, diharapkan mereka dapat menanamkan ideologi partai dan negara sehingga partai bukan lagi sebagai kendaraan politik untuk kepentingan pribadi saja," kata Hepi.

Sementara itu Ketua Bidang Kesejahteraan DPP Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dalam waktu dekat 10 kader yang berusia antara 30 hingga 40 tahun akan dikirim ke China. Prioritasnya adalah untuk meningkatkan moral yang tinggi para kader.

"Itu yg harus kita pelajari bagaimana kader-kader itu kita tingkatkan nilai moral sehingga miliki nilai moral yg tinggi. Kedua, bagaimana mereka bisa berikan satu pendidikan to kader yang berkaitan dengan ideologinya," kata Agus.

"Jangan dilihat ideologinya apa, tapi mekanisme, caranya partai berikan ideologi itu. Kita punya ideologi beda, kita punya kekaryaan dan Pancasila. Sehingga mekanisme caranya sehingga kader partai punya pemahaman dan komitmen to ideologi tersebut. Sehingga ada dua hal yang perlu kita pelajari," katanya.

(ken/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads