"Kita ingin agar kader-kader Partai Golkar tidak hanya menjadikan partai menjadi kendaraan politik dan kepentingan pribadinya sehingga jika ada tawaran lebih manis bakal meloncat ke partai lain," kata Wakil Sekjen Partai Golkar Hepi Bone Zulkarnaen.
Hal itu disampaikan Hepi dalam jumpa pers di Hotel Fairmont Beijing, China, Rabu (20/4/2011). Untuk 'menahan' kader Partai Golkar agar tak jadi kutu loncat, para kader akan dikirim ke China untuk mendapatkan pendidikan di Sekolah Partai Pusat milik Partai Komunis Tiongkok (PKT).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Ketua Bidang Kesejahteraan DPP Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, dalam waktu dekat 10 kader yang berusia antara 30 hingga 40 tahun akan dikirim ke China. Prioritasnya adalah untuk meningkatkan moral yang tinggi para kader.
"Itu yg harus kita pelajari bagaimana kader-kader itu kita tingkatkan nilai moral sehingga miliki nilai moral yg tinggi. Kedua, bagaimana mereka bisa berikan satu pendidikan to kader yang berkaitan dengan ideologinya," kata Agus.
"Jangan dilihat ideologinya apa, tapi mekanisme, caranya partai berikan ideologi itu. Kita punya ideologi beda, kita punya kekaryaan dan Pancasila. Sehingga mekanisme caranya sehingga kader partai punya pemahaman dan komitmen to ideologi tersebut. Sehingga ada dua hal yang perlu kita pelajari," katanya.
(ken/gah)











































