Terinspirasi dari revolusi yang terjadi di Tunisia dan Mesir, para pengunjuk rasa menggelar aksinya sejak Januari 2011 lalu. Mereka menuntut dilakukannya penegakan hukum dan pergantian rezim kekuasaan yang saat ini dipegang oleh Presiden Ali Abdullah Saleh.
Namun dalam pernyataannya, Presiden Ali Abdullah Saleh yang telah berkuasa dan memimpin Yaman selama lebih dari 32 tahun, menyatakan tetap akan mempertahankan kekuasaannya hingga akhir masa jabatan pada 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total korban tewas selama demonstrasi yang berlangsung selama lebih dari dua bulan ini, menurut para sumber lokal, telah melebihi 300 orang.
Rata-rata warga Yaman saat ini hidup dengan biaya kurang dari US$ 2 per hari, dan sepertiga lainnya sedang mengalami kekurangan pangan.
(vit/vit)











































