"Pokoknya dia dajjal, menyengsarakan umat manusia. Dajjal, menyesatkan umat manusia. Kalau mau menyesatkan, anakmu sendiri jangan anak saya," saat ditanya siapa kelompok yang menggerakan anaknya melakukan bom bunuh diri.
Pernyataan itu dikatakan Gofur saat melakukan survei di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jabang Bayi, Jl Raya Kesambi, Kota Cirebon, Rabu (20/4). Gofur mengatakan hal itu dengan nada tinggi dan geram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah pisah dengan ibunya ya jadi begini," katanya.
Keretakan rumahtangga itu terjadi tahun 2000 lalu. Pernikahan keduanya membuahkan 8 anak. Mereka adalah Diana Rosdiawati, Lies Ambarsari, Suherman, Muchamad Syarif, Nurlaela, Achmad Basuki, Imam Aji, dan Muchamad Fatoni.
"Setelah tahun 2000 berpisah dengan ibunya, anak-anak dewasa, bekerja dan saya tidak tahu lagi," kata Gofur.
Gofur menyatakan mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang dilakukan anaknya itu. Ia pun mengutuk dalang di balik aksi Syarif yang mencederai puluhan anggota polisi yang tengah menjalankan salat Jumat.
"Bagaimana mungkin orang bunuh diri masuk surga. Itu salah kaprah, ngakunya Islam tapi dajjal," gerutunya.
(ahy/ndr)











































