Citibank Tak Tahu Soal Otopsi Ulang Irzen Octa

Citibank Tak Tahu Soal Otopsi Ulang Irzen Octa

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2011 17:27 WIB
Citibank Tak Tahu Soal Otopsi Ulang Irzen Octa
Jakarta - Makam Sekjen Partai Pemersatu Bangsa (PPB) Irzen Octa dibongkar. Jenazah nasabah Citibank itu diotopsi ulang atas inisiatif keluarga. Pihak Citibank, mengaku tidak tahu menahu soal pembongkaran makam dan proses otopsi ulang itu.

"Saya sendiri tidak tahu ada pembongkaran itu. Kita baru tahu siang tadi sekitar pukul 12.00. Itu pun dari wartawan," ujar Customer Care Head, Citi Indonesia, Hotma Simbolon, kepada detikcom, Rabu (20/4/2011).

Menurut ahli forensik yang mengotopsi jenazah Irzen, ditemukan luka memar di hampir sekujur tubuh Irzen. Namun, saat dimintai komentarnya tentang hasil otopsi itu, Hotma tidak ingin berkomentar lebih banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita nggak bisa komentar karena kita tidak tahu ya," katanya.

Hotma menambahkan, saat ini semua proses sedang berjalan di kepolisian. Dia meminta semua pihak menunggu hasilnya.

"Saat ini kan semua sudah sedang diproses ya," tutupnya.

Dokter forensik Mun'im Idris adalah yang diminta keluarga untuk melakukan otopsi atas jenazah Irzen.
"Gigi masih lengkap tidak ada yang tanggal, yang kita temukan memar di sekujur tubuh korban. Kalau memar ya akibat benda tumpul, tapi dokter tidak boleh menyebut penganiayaan. Kita cuma bisa bilang memar," kata Mun'im Idris usai memeriksa jenazah Irzen di TPU Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/2011).

Mun'im mengatakan, telah memeriksa hampir di seluruh tubuh Irzen. Menurutnya pemeriksaan dilakukan di perut, lengan, tungkai dan kepala. "Ada beberapa tempat yang jelas ada yang tidak. Selanjutnya kita akan tes mikroskopis. Hasilnya akan keluar satu hingga dua minggu lagi," katanya.

Munim menyatakan, tujuan otopsi ini untuk mengetahui ada atau tidaknya kekerasan terhadap Irzen. Menurutnya, otopsi yang pertama tidak diarahkan untuk mencari penganiayaan, namun untuk mencari penyebab kematian Irzen.

"Sekarang kita mencari akibat penganiayaan. Karena penganiayaan itu ada tempat-tempat khusus yang harus diperiksa. Kami ambil sampel dari seluruh tubuh," imbuh Mun'im.v

(lia/vta)


Berita Terkait