"Saya kira perlu dibedakan NII yang dikaitkan dengan cuci otak. Ada beberapa faksi di NII salah satunya disebut KW 9 yang tidak terkait kekerasan sama sekali. Dan ada yang menamakan diri NII ring Banten yang terlibat bom Bali I, Kuningan I dan beberapa kekerasan di Aceh," ujar Sidney usai diskusi di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (20/4/2011).
Dia juga menegaskan, kelompok NII yang melakukan teror sama sekali tidak melakukan cuci otak dalam merekrut anggota. Karena itu dia mengaku heran, mengapa di sejumlah film pelaku teror digambarkan sebagai sosok yang labil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun bagaimanapun menurutnya, polisi harus bergerak cepat dalam menangani pelaku terorisme. Bibit awalnya bisa dilihat dari sejumlah pelaku kekerasan.
"Polisi harus bertindak pada saat itu, pada saat Syarip melakukan kekerasan harusnya ditahan seupaya tidak melakukan kejahatan berikutnya sehingga mungkin tidak ada aksi bom bunuh diri," tandasnya.
(van/ndr)










































