"Jadi kemarin yang tidak hadir mengikuti ujian hanya 236 siswa, bukan 5.814 siswa seperti yang dirilis kemarin," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, di Gedung Balai Agung, Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (20/4/2011).
Setelah diteliti, menurut dia, "Ada 3 rayon yang mengalami shock culture dalam rekapitulasi data. Jadi ada kesalahan dalam pengisiannya."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Rayon 19 di mana yang dilaporkan hanya 187 peserta. Padahal, jumlah total peserta ada 2.100 peserta.
"Rupanya hanya melaporkan satu sekolah saja. Padahal ada 30 sekolah," kata Taufik.
Konsekuensinya apa? "Tidak ada ini hanya masalah administrasi saja dan sudah selesai," kata dia.
Dikatakan dia, sedikitnya 263 peserta atau 0,22 persen dari total peserta tidak hadir saat UN hari kedua. "Ada beberapa yang sakit tidak mengikuti ujian. Tetapi, ada yang laporan pindah sekolah," kata Taufik.
Menurut dia, apabila peserta UN sakit maka bisa mengikuti ujian susulan. Ujian susulan akan dilaksanakan tanggal 25-28 April 2011. Pengumumannya akan serentak pada 16 Mei 2011.
"Tentu jika memang sakit bisa dipertimbangkan untuk mengikuti ujian susulan, dengan memberikan keterangan yang jelas," kata dia.
(aan/fay)










































