Aksi berakhir sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (20/4/2011). Warga yang sebelumnya memblokir Jalan Wahid Hasyim, Pati, depan Kantor DPRD dan Bupati, menjemput perwakilan mereka yang telah ditemui Komisi III DPRD Pati.
Warga mengutip pernyataan Ketua Komisi III, Eriyanto yang menyatakan, selama ini DPRD tidak mengetahui aktivitas PT Sahabat Mulya Sakti, anak perusahaan PT Indocement. Pemkab sama sekali tak memberikan informasi mengenai hal tersebut.
"DPRD mendukung penolakan pembangunan pabrik semen dan akan menindaklanjuti aksi dengan menggelar rakor dengan pimpinan dewan," kata salah satu peserta aksi, Husaini kepada detikcom melalui telepon.
Usai mendapat penjelasan hasil dialog dengan DPRD, peserta aksi membubarkan diri. Mereka kembali ke desanya dengan mengendarai truk dan sepeda motor sambil terus mengacung-acungkan spanduk dan poster yang diantaranya bertuliskan, "Aku gak doyan semen", "Pati selatan tolak pabrik semen", dan lain-lain.
Menurut informasi, PT Indocement berniat membangun pabrik di kawasan Sukolilo, Pati Selatan. Warga khawatir pembangunan itu bakal merusak lingkungan.
Kawasan Sukolilo dikenal sebagai pegunungan karst. Di daerah tersebut banyak terdapat mata air. Selama ini, selain dari curah hujan, pertanian sangat bergantung dengan mata air tersebut.
(try/fay)











































