"Sementara ini kita belum lihat ya. Karena kan dari orangtuanya, ayahnya, ibunya, ada satu rasa yang teman-teman sendiri mengetahui mereka kaget dengan perubahan sifat (Syarif)," ujar Kabareskrim Polri Komjen Pol Ito Sumardi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (20/4/2011).
Ito mengatakan, meski ditemukan barang-barang yang diduga terkait bom, namun belum tentu pemilik rumah mengetahui aksi bom bunuh diri yang direncanakan Syarif. Pihak keluarga hanya mengetahui adanya perubahan perilaku dari Syarif.
"Orang tidak mengerti apa yang ada di dalam hatinya. Sejak dia berubah perilaku di rumahnya sampai orangtua menyampaikan ada perubahan signifikan, ini kan belum bisa berbuat apa-apa kita sebelum ada satu kejadian sekarang ini," tutur mantan Kapolda Riau ini.
Terkait motif Syarif yang meledakkan di dalam Masjid Az Dzikra, Ito meminta semua pihak bersabar. Hal itu tentunya masih didalami penyidik. "Kenapa dia di masjid kepolisian masih didalami. Semua masih didalami," imbuhnya.
Ito sangat menyayangkan aksi yang dilakukan Syarif dengan bom bunuh diri masih terjadi. Ia mengajak agar semua pihak tetap waspada.
"Kita berharap betul-betul tidak ada lagi kejadian seperti ini. Yang rugi juga bangsa kita. Semakin banyak kejadian seperti ini, semkin membuat bangsa kita makin terpuruk," tambahnya.
(ape/her)











































