"Jika media massa partisan dan tidak berimbang, ini jalan lahirnya Wikileaks lain," ujar pakar hubungan internasional, Bima Arya Sugiarto.
Pandangan ini disampaikannya dalam diskusi bertajuk 'Wikileaks, Aksi Spionase Tingkat Tinggi atau Karya Jurnalistik?'. Acara berlangsung di aula Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (20/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi motivasi penyebaran informasi-informasinya dan tindak lanjutnya, jangan digunakan sebagai alat penghancur kedaulatan negara. Pihak yang merasa dirugikan oleh informasi dari Wikileaks juga harus elegan menanggapinya agar tidak malah menimbulkan instabilitas politik.
"Mereka yang terkena (disebut namanya dalam dokumen) Wikileaks, bisa mengangapnya sebagai teroris. Jika tidak ditanggapi secara elegan akan menjadikan politik tidak stabil," sambung Bima.
(lh/fay)











































