Berdasarkan penuturan keluarga, Agung tidak lagi terlihat di kampus sejak tanggal 19 Maret 2011. Pada tanggal 19 Maret 2011 itu, Agung sempat pulang ke rumah orang tuanya di Gresik, lantas kembali ke Malang.
"Nah sorenya dia balik lagi ke Malang karena harus kuliah. Ternyata kata orang kampusnya dia tidak masuk kampus pada tanggal 20 Maret itu," kata tante Agung, Yeti Kunti Andari, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (20/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia kan tinggal sama saya di Malang. Akhir-akhir ini dia memang kayak orang sibuk gitu, pulang ke rumah hanya untuk ganti pakaian setelah itu pergi lagi. Kalau cerita dia sih ada tugas dengan teman-teman kampus," katanya.
Sejak tidak lagi mengampus pada tanggal 20 Maret, Agung ternyata juga tidak pulang ke rumah Yeti. Saat dihubungi, Agung tidak mengangkat ponselnya. Sampai akhirnya, Yeti mendapatkan kabar bahwa Agung beserta delapan teman lainnya mengalami pencucian otak oleh gerakan NII.
Kabar itu didapatkan Yeti dari paman Mahatir Rizki. Rizki adalah teman satu fakultas Agung di jurusan Tehnik Informatika dan juga salah satu dari 9 mahasiswa UMM yang hilang.
"Kampus itu tidak ada ngabarin, malah kita tahu dari pamannya si Rizki itu. Menurut cerita pamannya Rizki, Agung dan Rizki saat itu bersama 7 temannya yang lain sudah tidak ke kampus sejak 19 Maret kemarin, informasi yang mereka dengar mereka telah menjadi korban cuci otak. Kemudian keluarga Rizki mencari kemana-mana, sampai kini belum ketemu," tutur Yeti mengulang apa yang dikatakan oleh paman Rizki.
Mendengar cerita paman Rizki, Yeti langsung mengkonfirmasi ke pihak kampus perihal membolosnya Agung dan beberapa temannya. Menurut pengakuan pihak kampus pada Yeti, Agung pernah dimintai keterangan oleh pihak kampus pada tanggal 18 Maret 2011. Dalam pengakuannya, Agung menceritakan bahwa dia dikenalkan dengan sekelompok orang di sebuh pusat perbelanjaan.
Singkat cerita, sejak saat itu sampai saat ini keluarga tidak lagi mengetahui dimana keberadaan Agung sampai akhirnya Agung sendiri yang menghubungi keluarga. Saat ditanya soal pencucian otak itu, Agung membenarkan dan katanya dia pernah diajak kesuatu tempat oleh orang yang baru dikenalnya itu ke Jakarta dan di sekitaran Malang juga untuk dibaiat dan itu adalah NII.
"Katanya juga matanya ditutup, tapi dia nggak mau bilang dia ada dimana sekarang. Dan saya lihat yang di televisi itu kaya NII itu," jelasnya.
Sampai saat ini pihak keluarga memang belum melaporkan ke polisi. Sebabnya, keluarga khawatir jika Agung berada di bawah tekanan.
"Kita bingung harus gimana, takutnya setelah lapor polisi malah nggak keluar Agungnya, kalau memamg sama orang-orang itu," tutup Yeti mengakhiri ceritanya.
(lia/fay)










































