"Karena banyaknya kritikan saya juga akan dorong DPR bisa pangkas 40-50 persen dari anggaran yang ada dalam rangka efisiensi dan kunjungan selektif dan berdayaguna. Efisiensi, selektif dan berdayaguna. Tiga hal itu yang akan menjawab kritik rakyat," ujar Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/4/2011).
Menurut Priyo studi banding DPR ke luar negeri tetap membawa manfaat. Utamanya menyangkut komunikasi yang lebih baik antar kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah, menurut Priyo, juga rutin menyelenggarakan kunjungan kerja ke luar negeri. Semuanya juga membawa manfaat untuk membina hubungan kerjasama Indonesia dengan negara tetangga.
"Kalau boleh kritik juga, kunjungan kerja luar negeri dari pemerintah, DPD, setara dengan DPR. Media tidak pernah kritik. Yang kedua, yang lebih besar anggaran pemerintah itu luput dari perhatian media," sindirnya.
Sebelumnya diberitakan, Dubes RI di Swiss Djoko Susilo menolak kunjungan kerja DPR ke Swiss. Ia menganggap mayoritas kunjungan kerja DPR tidak ada gunanya.
"Berdasarkan pengalaman saya setahun jadi Dubes. Bukan hanya di Swiss tapi berdasarkan informasi dari teman-teman Dubes di Eropa seperti Belanda, Jerman dan Prancis, 90 persen tidak ada manfaatnya," terang Djoko kepada detikcom.
Kunjungan DPR ke luar negeri, menurut Djoko hanya digunakan untuk berwisata.
"Ada ciri khasnya, biasanya negara yang dipilih adalah negara mapan atau maju, dimana kemudian kepergian ini bisa jadi ada kegiatan sampingan seperti belanja atau berwisata," papar Djoko yang pernah menjadi anggota DPR ini.
(van/her)











































