Sadi, warga setempat menuturkan, awalnya dia tidak sengaja menemukan puluhan orang tengah melakukan pelatihan fisik beladiri. Saat itu ia sedang memeriksa saluran pipa mata air yang mampet.
"Saya lihat mereka diinjak-injak perutnya, tidur terlentang di tanah yang injaknya loncat dari perut satu ke perut lainnya," kata Sadi kepada wartawan di Bumi Perkemanan Talaga Pancar, Rabu (20/4/2011).
Awalnya, Sadi tidak menyadari kegiatan tersebut. Setelah aliran air dipastikan kembali mengalir dia ke pemukiman warga. Dia pun kembali ke tempat di mana dia memperbaiki aliran air yang mampet.
"Saya baru curiga kegiatan mereka karena latihannya tidak kayak pelatihan beladiri biasa, saya langsung telepon Balai Desa," kisahnya.
Menurut Sadi, perawakan orang-orang yang ikut pelatihan beladiri beragam. "Yang saya ingat mereka pakai celana pencak, ada orang-orang yang berjanggut panjang yang melatihnya," ujarnya.
Mendapat laporan dari Sadi, aparat desa langsung meluncur ke lokasi. Petugas langsung menanyai identitas kelompok tersebut.
"Mereka cuma bilang dari Cirebon. Ditanya siapa pemimpinnya enggak ada yang jawab," kata Kepala Urusan Umum Desa Lengkong Kulon, Iyas Raskan di tempat sama.
Dari informasi yang dikumpulkan aparat desa, kelompok tersebut telah melakukan pelatihan ala militer selama 3 kali setiap minggu. Mereka datang dengan menggunakan motor yang diparkir 100 meter dari gerbang kawasan perkemahan. Mereka datang dengan menggunakan ransel besar.
"Karena tidak ada izin dari desa, Polsek, dan kecamatan mereka dibubarkan," kata Iyas.
Pantauan detikcom, jarak tempuh dari jalan raya ke bumi perkemahan sekitar 5 kilometer. Jalan kecil menanjak mengantarkan setiap orang yang akan bertandang ke kawasan perkemahan seluas 4 hektare.
Jalan tidak terlalu lebar, hanya cukup untuk satu mobil saja. Di kawasan perkemahan, banyak terdapat pohon pinus dan pipa paralon untuk aliran mata air ke rumah warga.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Agus Riyanto mengaku belum mendapatkan informasi mengenai tersebut. "Saya belum dapat informasi, nanti saya koordinasikan dengan teman-teman yang menangani," saat dikonfirmasi.
(ahy/her)











































