"Kami memiliki setidaknya 20 kematian anak yang telah diverifikasi dan banyak lagi lainnya yang terluka akibat pecahan peluru dari mortir dan tank-tank serta luka-luka tembakan," kata Marixie Mercado dari badan anak PBB, United Nations Children's Fund (UNICEF).
Hal itu disampaikan Mercado di Jenewa, Swiss seperti dikutip kantor berita Reuters, Rabu (20/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut badan-badan pangan, penduduk di Kota Misratah saat ini sangat membutuhkan makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya. Bahkan periset Amnesty International, Donatella Rovera mengatakan, saat ini tak ada listrik di Misratah. Pasokan air bersih di kota itu pun telah terhenti selama berminggu-minggu.
(ita/fay)










































