Lingkungan 'Sakit' Picu Remaja Membunuh

Lingkungan 'Sakit' Picu Remaja Membunuh

- detikNews
Rabu, 20 Apr 2011 10:41 WIB
Lingkungan Sakit Picu Remaja Membunuh
Jakarta - David Riyadi (14) dibunuh oleh temannya sendiri, MRF alias Deden (13), siswa kelas 2 SMP Al-Manar Bekasi. Diduga lingkungan yang 'sakit' memicu seorang remaja terlibat perbuatan pidana, seperti membunuh.

"Ada yang 'sakit' di sekitar anak. Lingkungan tempat dia hidup sakit sehingga si anak ikut meniru apa yang terjadi di sekitarnya. Lingkungannya mempertontonkan kekerasan sehingga anak ini tega mengakhiri hidup temannya sendiri," ujar Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, kepada detikcom, Rabu (20/4/2011).

Dia menambahkan, orangtua, masyarakat, idola, hingga aparat kerap mempertontonkan kekerasan. Bahkan atas nama penegakan disiplin, kekerasan fisik pun dikedepankan. Inilah yang membuat anak terbiasa hidup serta tumbuh berkembang dalam kekerasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anak itu punya budaya meniru yang sangat ulung. Ketika melihat idolanya melakukan sesuatu, ormas anarkis, tokoh parpol juga maka ini membuat anak leluasa meniru. Di sinilah peran orangtua dalam membimbing anak menjadi sangat penting," sambung Arist.

Dia mengimbuhkan, orangtua merupakan garda terdepan dalam menjaga perilaku anak. Untuk mendidik anak, tidak hanya diberikan bekal agama yang baik tetapi juga harus mengintensifkan komunikasi yang baik.

"Dalam mendidik anak, harus mengutamakan dialog, jangan kekerasan. Ini harus ditanamkan sejak di rumah. Di sekolah, guru juga harus partisipatif dengan mengajarkan non-violence," saran Arist.

Menurutnya, pendidikan sejak dini deperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga jenjang selanjutnya harus selalu menanamkan toleransi. Ketika marak kekerasan dan perilaku menyimpang, tidak hanya di kalangan anak dan remaja tetapi juga orang dewasa, hal ini menunjukkan pembinaan character building yang hilang.

"Anak merasakan lingkungan sekitar dia yang tidak sehat. Lingkungan yang sakit ini membuat dia terpikir untuk melakukan perbuatan yang sadis. Tapi anak ini bisa berubah, bisa diarahkan untuk menjadi pribadi baik dan toleran dengan memberikan pendidikan dan pemahaman," lanjut pria berjenggot ini.

Deden menghabisi David pada Sabtu 16 April lalu. David meregang nyawa setelah dibacok clurit di bagian kepala, perut dan punggungnya serta tangannya.

Deden ditangkap Senin 18 April lalu di Perum Wisma Asri, Bekasi Kota. Sebilah clurit, satu buah unit motor Yamaha Mio tanpa plat nomor milik korban, sweater abu-abu dan celana pendek hitam disita polisi sebagai barang bukti. Deden dijerat dengan Pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana jo Pasal 338 KUH Pidana tentang pembunuhan.

(vit/nwk)


Berita Terkait