Hingga Selasa (19/4/2011) malam, Nurcahyo telah berada tahanan di Mapolsek Kartosuro, Sukoharjo. Selain untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, penahanan pemuda 28 tahun itu juga untuk mengamankannya dari amuk massa yang marah atas ulahnya.
Menurut pengakuan Nurcahyo maupun korban Ida, keduanya berkenalan lewat facebook sejak beberapa bulan terakhir. Dari perkenalan di situs jejaring sosial itu, hubungan mereka menjadi akrab. Bahkan mereka sepakat untuk saling bertemu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupanya sepasang kekasih baru ini kemudian berubah menjadi komplotan penculik. Sekitar dua pekan lalu, Ida mengajak eks teman sekolahnya bernama Eka Lestari, yang masih menempuh pendidikan di sebuah Universitas di Salatiga.
Selanjutnya Eka dibujuk untuk meminta uang kepada orangtuanya sebesar Rp 3 juta dengan dalih untuk biaya kuliah. Belum puas, Eka kembali dirayu untuk meminta uang Rp 9 juta kepada orangtuanya, dengan dalih yang sama. Padahal semua uang itu oleh Eka diserahkan kepada Nurcahyo atas desakan Ida.
Keluarga Eka mulai curiga, setelah dilakukan pemantauan, Selasa malam pihak keluarga melihat Eka beserta Nurcahyo dan Ida berada di Colomadu, Karanganyar. Mereka menggunakan mobil Gran Max yang kemudian diakui Nurcahyo sebagai mobil sewaan. Ketiganya lalu diserahkan ke Polsek Colomadu.
Selanjutnya ketiganya diserahkan ke Polsek Kartosuro karena tempat kejadian berada di Kartosuro. Pada saat itulah massa yang berasal dari para tetangga Eka Lestari datang untuk melabrak Nurcahyo. Nurcahyo berhasil diamankan, sedangkan mobil sewaannya terlanjur rusak berat karena amukan warga.
Nurcahyo dan Ida harus berada di tahanan Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan Eka telah dikembalikan kepada orangtuanya di Watukurung, Kartosuro, dengan kondisi kejiwaan yang saat terpukul dan menolak ditemui oleh selain keluarga inti.
(mbr/did)










































