Saat ditemui pers di sekolahnya, Selasa (19/04/2011) sore, Geka (50), di sela-sela memberi bimbingan olahraga anak didiknya, dia langsung membantah laporan sisiwinya itu, sebut saja Bunga (15), yang merupakan siswi di sekolah tersebut, bukan pelajar SMP Negeri seperti diberitakan sebelumnya.
Menurut warga Jalan Sukarela Sukarami Palembang ini, jika dirinya memperkosa, pasti saat itu Bunga akan berteriak karena dipaksa dan suaranya kedengaran karena ada murid lain di dekat ruangan tersebut pada saat itu. Kemudian usianya yang sudah terbilang tua, dan tidak punya kepikiran untuk berbuat tak senonoh tersebut, mending mendekatkan diri kepada Allah, katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan, tidaklah mungkin dirinya melakukan hal tersebut, karena saat itu hanya ingin membantu anak didiknya yang sedang cedera atau kelelahan dengan cara mengurut pada bagian punggung dan kepala korbannya.
Menurut pandangan dirinya, Bunga anaknya bersifat pendiam dan agak kurang interaktif, setiap ada kegiatan selalu keteteran karena fisiknya lemah meskipun ikut paskibra. βDia itu budek, orangnya sering tidak nyambung dengan siswa yang lain,β katanya.
Geka mengaku sebelumnya dia pernah dipanggil pimpinan sekolah untuk mengklarifikasi hal tersebut. Dia menganggap tudingan bahwa dirinya memaksa Bunga membuka baju saat mengurut, itu tidak benar dan dianggap telah selesai.
Meskipun sudah dilaporkan ke polisi, Geka belum berencana melaporkan balik Bunga, dan berusaha akan mencari jalan kekeluargaan serta minta nama baiknya diklarifikasi agar tidak berlarut-larut.
(tw/lrn)










































