Cerita ini didapat dari salah seorang rekan Helmy, yang juga berprofesi sebagai debt collector saat ditemui detikcom di Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa (19/4/2011).
Saat penyerbuan berlangsung Senin (11/4) lalu, pria yang enggan dikutip namanya ini mengaku memang tidak berada di SMS Finance. Barulah keesokan harinya, ia mengetahui peristiwa penyerbuan ini dari salah seorang rekan Helmy yang juga menjadi korban penganiayaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah katanya, sih Helmy itu sempet kabur ke rumah temennya di Lenteng Agung," kata pria ini.
"Kaburnya nggak tahu pake apa, dia nggak cerita," lanjutnya.
Rekan Helmy inilah yang membawanya ke RS UKI. Helmy akhirnya meninggal dunia pada Senin, 18 April kemarin.
Sebelumnya, rekan Helmy, Buce, menceritakan, Helmy "diambil" oleh sekitar 40-an oknum TNI dari kantornya di SMS Finance Cabang Margonda, Depok. Lalu dia dibuang ke Cililitan. Kostrad Cilodong menyangkal ada prajuritnya terlibat dalam insiden kekerasan itu. SMS Finance juga menerangkan jika Helmy bukanlah karyawan mereka.
(mok/lrn)











































